Mike Dhani

17 March, 2005

Al-Qur’an, Sains dan Teknologi

Filed under: Agama

20) Jenis kelamin bayi
Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur’an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan “dari air mani apabila dipancarkan”.

“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (Al Qur’an, 53:45-46)
Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.

Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur’an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.

21) Manusia tercipta dari setitik sperma
Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an antara lain:

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (Al Qur’an, 75:36-37)
Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.

21) Bagian otak (prefrontal cortex) yang mengendalikan gerak kita.

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (Al Qur’an, 96:15-16)
Ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak.

Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur’an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan:

Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi. (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea & Febiger , s. 410-411)

Buku tersebut juga mengatakan:

Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang… (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211)

Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta. Jelas bahwa ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur’an sejak dulu.

22) Emosi membuat tubuh gampang terserang penyakit
Aktivitas otak terkait oleh emosi negatif hal ini berpengaruh buruk terhadap daya tahan tubuh. Hal itu bukan sekedar ungkapan untuk menenangkan anda yang sedang marah. Ini merupakan fakta yang diungkap para peneliti di Amerika Serikat (Republika, 16/9-2003).

Bahkan penelitian-penelitian sebelumnya telah menunjukkan emosi dan stres dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Namun, penelitian terbaru yang digarap oleh tim ilmuwan dari University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat menyodorkan hasil yang lebih detil. Tim yang dipimpin Profesor Richard Davidson ini mengaitkannya dengan aktivitas otak.

Bagian otak yang diteliti kelompok ilmuwan itu adalah sebagaimana yang kita disebut di atas sebagai prefrontal cortex (PFC). Bagian ini terkait erat dengan perasaan depresi. Untuk membuktikan aktivitas otak dengan daya kekebalan tubuh, para peneliti mengkajinya lebih lanjut.

Davidson meneliti bagaimana reaksi tubuh orang-orang yang belahan kna PFC –nya sangat aktif. Mereka diminta menceritakan kembali peristiwa yang meresahkan yang pernah dialami. Saat itu berlangsung peneliti memantau level antibodi mereka lebih rendah setelh vaksinasi influenza.

Secara kontras. Level antibodi mereka melonjak begitu PFC belahan kiri menjalani aktivitas berlebihan. Itu terjadi ketika mereka mengingat saat-saat paling membahagiakan dalam hidupnya. Penelitian ini mengungkap pentingnya emosi terhadap kesehatan tubuh.

Emosi menurut Davidson, memegang peranan penting dal mengatur sistem tubuh hingga mempengaruhi kesehatan. “Respons terbaik bagi vaksin influenza adalah emosi positif. Emosi itulah yang membuat aktivitas otak seseorang memperkuat kekebalan tubuhnya, “Jelas Davidson.

Janice Kiecot-Glaser, pakar peneliti stress dan imunitas dari Ohio State University, turut memperkuat penelitian Davidson dan rekan-reknya, “Mekanisme tubuh kita akan bekerja lebih baik jika orang memperlihatkan emosi positif”.

Penelitian gabungan Wisconsin dan Princenton University ini melibatkan 52 pria dan wanita yang lulus dari Wisconsin tahun 1957. Mereka diminta untuk mengingat peristiwa terbaik dan terburuk yang dialaminya lalu lalu menuliskannya di atas kertas. Kedua jenis peristiwa itu haruslah yang memberi dampak paling bahagia atau paling menakutkan, membuat marah, atau menyedihkan.

Selma sukarelwan/responden menyelesaikan tugas autobiografinya itu, penelitian itu diberikan suntikan vaksin influenza. Lalu level antibodinya diukur setelah dua minggu, empat minggu, dan enam minggu.
Meski begitu, penelitian ini tetap saja tidak bisa menjelaskan bagaimana sebenarnya perilaku positif dapat meningkatkan sistem kekebaln tubuh. Para peneliti memang menemukan sebuah bukti pendukung. Sistem kekebalan tubuh dipengaruhi leh aktivitas PFC (prefrontal cortex) yang terkait dengan aktivitas hormonal yang kompleks yang diatur oleh hypothalmic, pituitary, dan kelenjar adrenal.

Sementara itu, penelitian lain oleh ilmuan Italia dan Inggris mengahasilkan bukti tersendiri. Menurut mereka, orang lanjut usia yang tertekan memiliki jumlah lymphocytes dan T-cell–sel darah merah penting dalam memerangi penyakit—lebih sedikit.

Temuan lain tampaknya bakal membuat orang harus lebih sabar. Sebab penelitian di AS mengabrkan mereka yang sulit mengontrol amarahnya mudah menderita disfungsi otak skala ringan. Jadi, sifat agresif, kasar, dan pemarah terkait dengan orbital atau medial prefrontal cortex circuit.

[1715] Dari Abu Hurairah ra: Rasulullah saw bersabda: “Orang yang kuat itu bukanlah orang yang menang berkelahi, tetapi orang kuat adalah yang dapat menguasai dirinya di waktu marah (HR Bukhari)

Jangan kamu suka marah-marah (HR Bukhari)

“Adalah benar yang dikatakan Allah dalam Alqur’an maka untuk sedikit melengkapinya ttg Kemaha-BesaranNYA, untuk direnungi contoh ayat diatas saudara akan mendapati bahwa bagaimana mungkin, lautan yang terhubung satu dengan yang lain tetapi mempunyai jurang yang tidak bisa dilampauinya? bukankah seharusnya level airnya sejajar?

Disini Allah memberikan satu fenomena yang luar biasa yang samapi sekarang masih bisa anda lihat (jika berkesempatan) dimana ada “Bainahuma barzahlaayabgian” (diantara keduanya ada jurang pemisah (batas) yang tidak bisa dilampaui oleh masing-masing…sebuah tanah di benua Amerika yang kedua sisinya terdapat 2 lautan (yang satu tinggi dan yang satu rendah) yang dihubungkan oleh sebuah Terusan yang terkenal yaitu: TERUSAN PANAMA , dimana apabila Kapal-kapal akan melalui terusan itu akan melalu kanal yang dibuat tersekat sekat untuk memudahkan kapal-kapal itu naik dan turun”

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://idrus.blogsome.com/2005/03/17/al-quran-sains-dan-teknologi/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Sorry, the comment form is closed at this time.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Gary Rogers