Mari Kita Merenung Sejenak dan Berfikir…
- Wanita menarik nafas lebih sering ketimbang pria, sementara pria menarik nafas lebih dalam ketimbang wanita.
- Sistem badan pria dan wanita pun tidak sama. Pria lebih banyak memerlukan oksigen dibandingkan wanita supaya mereka dapat menukarnya menjadi tenaga.
- Kulit pria lebih kasar, kulit wanita lebih halus.
- Wanita lebih halus suaranya dibandingkan dengan pria yang kasar dan besar suaranya.
- Pria memiliki tulang anggota yang lebih panjang dibandingkan dengan wanita. Tulang wanita bukan sekadar lebih kecil malah susunannya berbeda disebabkan wanita diciptakan Tuhan dengan struktur tubuh untuk melahirkan anak.
- Demikian juga pada segi psikologi, wanita secara umum lebih bersikap mudah mengikuti kata hati, lebih berminat kepada cinta dan kasih sayang serta perasan. Apabila mengamati benda, kedua-duanya juga berbeda. Pria lebih menggunakan pengamatan tumpuan. Manakala wanita menggunakan lebih pengamatan luas dan membesar. Pengamatan pria ibarat cahaya laser yang menumpu kepada satu obyek. Sementara, pengamatan wanita ibarat lampu suluh, yang membuka, menampakkan banyak benda.
- Wanita ingin mencari tahu semua perkara. Mulai perkara kecil hingga perkara besar. Sementara pria hanya menumpukan kepada masalah utama.
- Coba perhatikan pada wanita, apa yang mereka bawa bila berjalan keluar rumah. Lihat saja pada tas tangan mereka yang lebih besar daripada pria. Pria membawa tas kecil saja. Di dalamnya hanya ada SIM, duit, surat-surat penting dan kartu kredit.
- Di dalam tas tangan wanita semuanya ada. Ada dompet duit, kartu kredit, buku bank, buku cek, ada alat make-up, cermin, sisir, tisu muka, pemotong kuku, kunci, pen, pensil, obat sakit kepala, gambar suami, gambar anak, cermin, buku telepon, handuk ehem..ehemm… dan lain-lain.
- Kenapa demikian? Jawabnya karena wanita memikirkan pelbagai kemungkinan hal yang mungkin terjadi. Mereka lebih peka, apabila sesuatu terjadi, mereka sudah siap sedia. Ini bermakna pemikiran dan perhatian wanita lebih luas. Pada pria, cukup dengan SIM dan duit. Sebab mereka mau sampai ke tujuan. Duit untuk belanja. SIM supaya selamat daripada polisi.
- Demikianlah perbedaan yang nyata antara pria dan wanita. Kerana itu, tidak heran apabila suami isteri ini melihat banyak perkara secara berbeda. Urusan-urusan rumah tangga kadang-kadang ditangani secara berbeda. Contohnya, suami isteri yang kedua-duanya bekerja, mereka terpaksa keluar dari rumah lebih awal.
- Dalam banyak hal, wanita dalam bekerja paling sering bersungut. Suaminya, apabila keluar dari rumah, yang dibawa hanya kunci kendaraan, masuk dalam kendaraan dan hidupkan mesin, kemudian menunggu isteri. Tujuan mereka ke pejabat. Manakala si isteri, memikirkan apa yang anak bawa ke sekolah, baju di jemuran siapa yg akan ambil, anak belum pakai baju, anak belum makan. Kalau bolehnya, dia mau memikirkan semua benda, karena padanya, apabila sesuatu terjadi, bagaimana kesudahannya? Biar lewat ke tempat kerja, asalkan semuanya beres.
- Apabila si suami dan si isteri ke toko membeli barang. Si isteri, sewaktu masuk ke pusat perbelanjaan dia melihat banyak benda dulu, satu persatu, perlahan-lahan, dari atas ke bawah, kain ini dipegang, diperhatikan…… Kemudian pegang pula kain lain, setelah berjam-jam barulah dibuat pilihan membeli. Pendek kata, si suami yang menjadi pengikut setia mudah bosan. Bagi pria apabila hendak membeli sesuatu, terus dituju ke tempat yang ingin dibeli dan membeli. Membeli barang pada pria tidak mengambil waktu yang lama seperti wanita.
- Contoh-contoh tersebut menunjukkan wanita mengamati sesuatu berbeda dengan pria. Sebab itu, jangan ribut setelah membeli barang, jangan ribut ketika mau ke tempat kerja. Si isteri jangan putus asa melihat si suami, apabila keluar dari rumah terus masuk kendaraan. Tanpa mengangkat botol susu anak, kain lampin anak, dan banyak hal untuk dibawa ke rumah pengasuh.
- Akuilah kita berbeda. Perbedaan bukan untuk bermusuhan, sebaliknya untuk saling membantu dan berkasih sayang. Karena kita berbeda, kita harus lebih berkasih sayang. Jangan disebabkan perbedaan pada cara berkasih sayang antara pria dengan seorang wanita, maka timbul krisis rumah tangga berpuluh tahun. Tentulah kerana perbedaan yang ada antara kita itu, maka kita bisa lebih berkasih sayang. Kerana itu, kita berbeda supaya saling sayang menyayangi.
>
