Isyarat Ilmiah Al-Qur’an
Al-Qur’an bukan suatu kitab ilmiah sebagaimana halnya kitab-kitab ilmiah yang dikenal selama ini. Salah
satu hal yang membuktikan kebenaran pernyataan di atas adalah sikap Al-Qur’an terhadap pertanyaan yang
diajukan oleh para sahabat Nabi SAW tentang keadaan bulan,
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan”. QS:189Menurut ayat itu, mereka bertanya mengapa bulan (sabit) terlihat dari malam ke malam membesar hingga purnama, hingga menghilang dari pandangan mata.
Pertanyaan di atas tidak dijawab Al-Qur’an dengan jawaban ilmiah yang dikenal oleh astronom, tetapi
jawabannya justru diarahkan kepada upaya memahami hikmah di balik kenyataan itu, yaitu:
Katakanlah,”Yang demikian itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji.”Fungsi isyarat ilmiah dalam AlQur’an untuk mendukung fungsinya sebagai kitab petunjuk.
Perlu di catat bahwa hakikat ilmiah yang disinggung Al-Qur’an, dikemukakan dalam redaksi yang singkat dan sarat makna, sekaligus tidak terlepas dari ciri umum redaksinya yakni memuaskan orang kebanyakan dan para
pemikir. Orang kebanyakan memahami redaksi tersebut ala kadarnya, sedangkan para pemikir melalui renungan dan analisis mendapatkan makna yang tidak terjangkau oleh orang kebanyakan.
Demikian kata eyang Quraish Shihab.
